Senin, 17 September 2012

beasiswa dataprint


Bingung mau beli tinta printer tapi gag tau mereknya? Gag usah khawatir. Coba aja pake “data print”. Data print itu merek salah satu tinta isi ulang buat printer dengan tipe apa saja lo terus harganya terjangkau lagi. Pemakaiannya juga mudah kok. Tinggal lepas aja catridge dari printer kamu, trus suntik deh tintanya ke dalam catridgenya secukupnya aja, kira-kira 4-5 cc (waduh… berapa tuh ya? Ehm… kira-kira 20an tetes lah. Hehehe :D). Setelah itu masukkan kembali catridgenya ke tempat semula, tunggu beberapa menit, abis itu uji coba ngeprint. Jangan lupa klik kotak dialog di komputer/ laptop kamu yg menerangkan bahwa tinta dalam catridge sudah terisi. Lalu, print file yang kamu mau. Klik OK. Selesai deh. Gampang kan?

Oh iya buat kamu yang ud beli “dataprint” jangan lupa masukkan kode kupon di boksnya di alamat berikut ini. 
Dengan begitu kamu berkesempatan untuk memenangkan hadian motor dan netbook. Seru kan? Buruan ikut! Periode pengundiannya tinggal 2 kali lagi nih, yaitu di periode ke-2 tanggal 22 Oktober dan di periode ke-3 tanggal 7 januari 2013.
Gag itu aja lo. Kupon kamu nanti juga bisa digunakan dalam pendaftaran beasiswa data print. Kalau yang ini khusus pelajar dan mahasiwa/i aja ya. Hehe.
Info lebih lanjut klik aja ke:



Sabtu, 15 September 2012

asimetri informasi : adverse selection dan moral hazard


            Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemilik (pemegang saham). Oleh karena itu sebagai pengelola, manajer berkewajiban memberikan sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada pemilik. Sinyal yang diberikan dapat dilakukan melalui pengungkapan informasi akuntansi seperti laporan keuangan.

            Laporan keuangan dimaksudkan untuk digunakan oleh berbagai pihak, termasuk manajemen perusahaan itu sendiri. Namun yang paling berkepentingan dengan laporan keuangan sebenarnya adalah para pengguna eksternal (diluar manajemen). Laporan keuangan tersebut penting bagi para pengguna eksternal terutama sekali karena kelompok ini berada dalam kondisi yang paling besar ketidakpastiannya (Ali, 2002). Para pengguna internal (para manajemen) memiliki kontak langsung dengan entitas atau perusahannya dan mengetahui peristiwa-peristiwa signifikan yang terjadi, sehingga tingkat ketergantungannya terhadap informasi akuntansi tidak sebesar para pengguna eksternal.
Situasi ini akan memicu munculnya suatu kondisi yang disebut sebagai asimetri informasi (information asymmetry). Yaitu suatu kondisi di mana ada ketidakseimbangan perolehan informasi antara pihak manajemen sebagai penyedia informasi (prepaper) dengan pihak pemegang saham dan stakeholder pada umumnya sebagai pengguna informasi (user).

            Menurut Scott (2000), terdapat dua macam asimetri informasi yaitu:
1. Adverse selection, yaitu bahwa para manajer serta orang-orang dalam lainnya biasanya mengetahui lebih banyak tentang keadaan dan prospek perusahaan dibandingkan investor pihak luar. Dan fakta yang mungkin dapat mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh pemegang saham tersebut tidak disampaikan informasinya kepada pemegang saham.
2. Moral hazard, yaitu bahwa kegiatan yang dilakukan oleh seorang manajer tidak seluruhnya diketahui oleh pemegang saham maupun pemberi pinjaman. Sehingga manajer dapat melakukan tindakan diluar pengetahuan pemegang saham yang melanggar kontrak dan sebenarnya secara etika atau norma mungkin tidak layak dilakukan.

            Adanya asimetri informasi memungkinkan adanya konflik yang terjadi antara principal dan agent untuk saling mencoba memanfatkan pihak lain untuk kepentingan sendiri. Eisenhardt (1989) mengemukakan tiga asumsi sifat dasar manusia yaitu: (1) manusia pada umunya mementingkan diri sendiri (self interest), (2) manusia memiliki daya pikir terbatas mengenai persepsi masa mendatang (bounded rationality), dan (3) manusia selalu menghindari resiko (risk adverse). Berdasarkan asumsi sifat dasar manusia tersebut menyebabkan bahwa informasi yang dihasilkan manusia untuk manusia lain selalu dipertanyakan reliabilitasnya dan dapat dipercaya tidaknya informasi yang disampaikan.